Showing posts with label peternakan. Show all posts
Showing posts with label peternakan. Show all posts

simmental berwarna putih polos

peternaknya senang bettul, karena anak sapinya beda dengan sapi yang lain. sebagai inseminator saya juga mengakui kalau warna umum dari sapi simmental itu memang dominan merah (cokelat /merah bata), tapi kali ini lahir berwarna putih polos.. padahal anak sapi simmental yang lain, yang berasal dari bibit yang sama semuanya berwarna merah. Semua memang atas kuasa Yang Maha Menentukan.

padahal waktu mengawinkan sapinya ini saya sudah jelaskan sama peternaknya, kalau nanti anak sapinya ini akan berwarna merah.. heheh ternyata yang lahir malah berwarna putih polos.
simmental putih polos anak sapi simmental yang berwarna putih polos.. jadinya lebih mirip charolais.

ini foto simmental baby umumnya.. warna dominannya merah (merah bata)
.
.
.
.
.
.

Video Pemotongan Sapi Ala MCD (Macdonald)

katanya ini video cara pemprosesan daging burger ala MCD (macdonald)

klo mang benner ngeri juga si..

tuk lengkapnya silahkan lihat.




video dishare oleh teman di facebook... dan ane ambil dari sana.


Lebaran Bersama Sapi Bload/ Timpany (Masuk Angin)

Pastinya bakalan asik jalan-jalan pada lebaran hari kedua bersama teman-teman, berkeliling dan bersilaturahmi.. sip dah, pasti bakalan kenyang dengan beraneka rasa sirup marquisa, strowberry atopun jeruk... tak ketinggalan dengan berbagai masakan daging rendang, gulai atopun gorengan, tentunya juga banyak kue-kue seperti kacang tojin, kue bawang, kembang loyang wah banyak lagi deh...

Hiks... tapi hari ini beda... lebaran kedua bersama Sapi yang melenguh kesakitan karena Bload/ timpany (masuk angin). Masuk angin pada sapi ataupun ruminansia lain, sangat berbeda dengan masuk angin pada manusia. masuk angin pada sapi 70 % menyebabkan kematian, dan merupakan penyakit sapi yang paling ditakuti para peternak sapi.

Yah... hari ini mau nggak mau harus turun kaki, berlebaran hari kedua ke kandang sapi.

Anjuran ane buat semua peternak sapi dan kambing:
jangan memberikan pakan hijauan kacang-kacangan kepada ternak dalam keadaan segar, sebaiknya jemurlah dulu dau kacang-kacangan minial 2 jam. ini akan mencegak terjadinya gembung pada sapi ataupun kambing.

Taqabbalallahu Minna Wa Mingkum... mohon maaf lahir dan batin...

Distokia "Sunsang" Pada Sapi Alhamdulillah Induk dan Si Bayi Selamat

cow distokia induction with oxytocinSelalu ada keajaiban, bukti bahwa kekuasaan besar itu sungguh ada di tangan Yang Maha Kuasa, kemarin HP (handphone) sya matiin, dengan maksud untuk bisa beristirahat seharian, pas jam 3 sore iseng HP diidupin sesaat... langsung saja ada panggilan masuk, dari peternak desa Jinabun Kec Kutabuluh Kab. Karo. dengan panik suara diseberang bercerita kalu induk sapinya sudah sedari pagi hendak melahirkan tapi sampai jam saat itu juga anak sapi belum berhasil keluar (dilahirkan), dalam dunia anak beranak baik sapi maupun manusia ini biasa disebut distokia (sunsang). Dengan nada memaksa dan harap pak tani meminta agar sya bisa datang untuk membantu memberi pertolongan pada kelahiran sapinya, terutama keselamatan induk sapi.

Sepanjang jalan sudah muncul dalam pikiran ane, klo anak sapi mungkin sudah mati, sebab sudah cukup lama belum berhasil dilahirkan induk (kurang lebih 8 jam sejak kaki fetus mulai terlihat).

Sesampainya di lokasi peternakan, kedua kaki depan anak sapi sudah keluar sebatas lutut, dan si bapak juga menambahkan kalau mereka sudah berusaha menarik paksa sekitar 3 jam yang lalu tapi tidak berhasil mengeluarkan fetus (anak sapi). memang sepintas diperhatiin tidak ada lagi gerakan pada kaki fetus, tapi warna kaki belum membiru.. secara keilmuan kemungkinan anak fetus masih hidup sangat kecil, mengingat waktu parturition sudah cukup lama.

tak berlama-lama melakukan anamnese, sapi langsung ane induksi dengan oxytocin (sering disebut para bidan dengan synto). ya efeknya seperti biasa, frekuency pengejanan induk sapi semakin bertambah dan semakin kuat, berselang sejam fetus juga tak berhasil dikeluarkan induk.

distokia on Cattle Research Centresegera saya merogoh rahim sapi, dan memeriksa posisi fetus di dalamnya, owh ternyata terjadi distokia (sunsang) pantas saja fetus tak bisa dikeluarkan, sekuat tenaga putar posisi kepala fetus ke depan, yang awalnya terlipat ke belakang. dan setelah itu biarkan.. setengah jam ditunggu anak sapi tak kunjung berhasil dikeluarkan induk.. langsung saya minta pak tani dan anaknya untuk menarik kaki anak sapi, ketika saya melebarkan vulva sapi.

Perlahan namun pasti fetus mulai keluar dan benar-benar lahir... ketika seluruh badan anak sapi berada di luar saya perhatikan ada denyutan pada jantungnya, hanya saja terlihat lemah, segera muncung pedet yang baru lahir sya siram dengan air, dan Alhamdulillah pedet memberi reaksi pernapasan seperti bersin.. dan perlahan denyut jantung dan nafasnya semakin jelas.. memeberi tanda kehidupan baru ada di bumi Allah...

Alhamdulillah... semua bernafas dengan lega induk sapi dan anaknya selamat...
ternyata kehidupan ini memeng benar-benar ada di genggamanNya, Dia Yang Maha Menghidupkan Dia juga yang Maha Mematiklan, secara keilmuan sudah sangat kecil kemungkinan akan selamatnya anak sapi (mengingat waktu untuk parturition sudah sangat lama) tapi kenyataan berkata pedet lahir dan hidup.

gambar dari wikipedia


H5N1 Flu Burung di Sumatera Utara

H5N1 Flu Burung, adalah Virus influensa tipe A memiliki beberapa subtipe yang ditandai adanya Hemagglutinin (H) dan Neuramidase (N). Ada 9 varian H dan 14 varian N. Virus flu burung yang sedang berjangkit saat ini adalah subtipe H5N1 yang memiliki waktu inkubasi selama 3-5 hari. pada tahun 2011 ini telah menyerang di beberapa provinsi di indonesia. Pada bulan January H5N1 Flu Burung mewabah di Kota Padang Sumatera Barat, dan pada Bulan Mey ini H5N1 Flu Burung kembali mewabah di Kabupaten Karo Sumatera Utara.

Desa Bintang Meriah, salah astu desa ditemukannya gejala penyebaran H5N1 Flu Burung. ratusan ayam ditemukan mati mendadak, dengan ciri-ciri persis seperti H5N1 Flu Burung. selama beberapa tahun belakangan ini ternyata Indonesia belum terbebas dari H5N1 Flu Burung. untuk itu diharapkan agar masyarakat dimanapun selalu berhati-hati dan waspada terhadap unggas yang mati mendadak karena bisa jadi H5N1 Flu Burung adalah penyebab kematiannya.

H5N1 Flu Burung ternyata dapat menyebar dengan perantara transportasi kandang (kompos) yang sering dibeli oleh petani untuk kebutuhan bercocok tanam, untuk itu diharapkan pupuk kandang (kompos) dari daerah yang dicurigai mengidap H5N1 Flu Burung, tidak diperjual belikan, untuk menghindari penyebaran H5N1 Flu Burung menjadi lebih luas. begitu juga dengan pakan sisa di kandang yang terinfeksi H5N1 Flu Burung sebaiknya dibuang.

Saling Follow