Muhasabbah

Introspeksi diri, itulah kata lain dari merenung. Bermuhasabbah bukan melamun… sangatlah jauh beda antara melamun dan merenung…melamun cenderung akan meciptakan angan-angan fantasi yang tidak karuan… dan tanpa dasar.. bahkan melamun ini cenderung kearah menerka-nerka masa yang akan datang. Padahal masa sedetik saja di depan kita hanyalah kehendak Allah.. sedangkan merenung (Muhasabbah) itu adalah amalan hati, dengan melihat-lihat masa lampau dan mengoreksinya untuk mengambil keputusan saat ini.

Muhasabbah ini diperlukan karena adanya Sunatullah (hukum sebab akibat) yang berlaku di bumi ini, tidak akan membeku jika air dipanaskan, dan tidak pula kan mendidih minyak jika didinginkan. Selalu diberikan kesempatan kepada setiap hamba, untuk merenung ini… tapi sangat sedikit kita, yang memanfaatkan kesempatan itu untuk merenung, malah sebaliknya kebanyakan kita, memanfaatkan waktu luang itu untuk “melamun”. Yang ujung-ujungnya menjadikan diri kita ibarat raja kodok dalam tempurung.

Melamun itu sangat tidak baik... sebab seolah kita mengetahui sesuatu di depan dengan pasti… siapa yang tau, kapan gunung sinabung yang gagah perkasa ni kan meletus, siapa yang tau pulau jawa itu akan terkena sunami yang besar.. dan siapa yang tau dengan pasti kapan buah mangga di halaman ni akan jatuh Karena telah ranum…

Dengan melamun, yang kita dapatkan hanyalah titik-titk kekecewaan… yang akan bertebaran dari setiap tapak langkah yang kita lantunkan… sebab semua yang ada di dalam lamunan itu bukan lah hak kita.. tapi hanya hak-Nya.

Merenung hal yang sangat baik… kita semua tau apa yang kita lakukan semenit lampau, sejam lalu, setahun dulu…. Dan kita tau persis kebaikankah disana atau keburukan… kita juga tau kepada siapa pada masa yang lampau kita meminjam sesuatu… kita juga tau warna apa baju kita dua hari yang lalu.. bahkan kita tahu janji apa yang kita buat de depan masjid raya itu…. Dan semua kita tau dasar mengambil keputusan yang baik itu adalah data lampau….

Dengan merenung, kita tau harus melakukan apa, membayarkan apa, berkunjung kemana, dan banyak lainnya. Syukur itu juga lahir dari Muhasabbah…

Masih gerimis juga diluar sana… ingus-ingusan ni juga gak mau kompromi….. obat-obatan ni malah membuat telingaku tarasa pekak..

Saling Follow