Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts

Salahkah Bila "Cemburu"???

Masjid di tanah karo
Pembangunan Masjid Desa Siabang-abang Kab, Karo

Tak jarang rasa cemburu ketika tertatap indahnya rumah tetangga, ada cemburu menyertai ketika sedan mewah melintas di depan mata, tak sedikit yang kesal dengan isi tabungan Gayus Tambunan yang terpublish di media massa.

tapi....

Adakah hati yang "cemburu", karena bahagianya Umar ketika Rasulullah menyatakan: "Aku melihat istana putih di surga, lalu aku bertanya. "Untuk siapa Istana ini?". Dikatakan kepadaku, "Untuk Umar bin Al-Khathab"

Atau adakah sedikiiiiit saja rasa cemburu, pada Utsman yang berbahagia karena doa Rasulullah yang berbunyi: "Ya Allah ampunilah dosa-dosa Utsman, baik yang telah lalu maupun yang akan datang". hiks... hiks... andailah kita ini yang didoakan Rasulullah sedemikian rupa... ^_^'

Mungkin ada hati yang cemburuan, ketika mengetahui kebahagiaan Ali yang sangat berbahagia karena sabda Rasulullah, "Ia (Ali) adalah lelaki yang mencintai Allah dan Rasulnya, dan dicintai pula oleh Allah dan Rasulnya". aduhhh.... andailah ucapan rasulullah itu teruntuk bagi Pri Crimbun ^_^'

Cemburu kepada Sa'ad bin Mu'adz yang berbahagia dengan sabda Nabi Saw: "Arsy Allah Yang Maha Pengasih bergoyang karenanya" uh.... klo amala ibadah ane... mungkin menyentuh bayangan Arsy Allah pun masih sangat jauh sekali.....

Cemburukah kita dengan Abdullah bin Amru Al-Anshari yang berbahagia dengan sabda Rasulullah "Ia diajak Allah bicara tanpa penerjemah"... Subhanallah, bayangkan sob bertutur sapa dengan Yang Maha Agung tanpa perantara.

Sedangkan Handzalah merasa bahagia dengan sabda Rasulullah "Ia dimandikan oleh para Malaikat Allah Zat Yang Maha Pengasih"... kelak jika ada satu orang yang beriman saja yang turut serta menghantarku ke kubur... mungkin ku kan sangat bahagia... apalagi jikalau para Malaikat yang memandikan... ughhhhh...

atau adakah kita yang cemburu dengan:“Hanyalah yang dikatakan orang-orang beriman itu adalah mereka yang ketika disebut nama Allah bergetar hati-hati mereka.” (Al Anfal: 2) duh... sob, kadang ketika sedang Adzan saja blogging masih didahulukan... ck..ck..ck.. (alasan; nanggunglah kata si nafsu, bahkan nafsu kadang bilang "kan masih lama waktu shalat berikutnya .... ^_^')

Jadi Orang Kaya

Orang kaya... ???
di Indonesia, “Berkecukupan” kata lain untuk dari orang kaya,
Orang miskin
Orang yang memiliki banyak kekurangan
Selepas subuh, si Tarjo start mendorong gerobak sampah butut miliknya, keliling komplek, mencari barang ekonomis (bisa dijadikan money) yang ada di tong sampah. Pernah sekali Tarjo ngopi di warung buk sumi (buk... iklan gratis ne... warungnya tak promoin di internet), beliau bercengkrama dengan Sarman (suaminya bu sumi).

Sarman: "Jo, hasil mulung-mu sehari di pake buat apa?"
Tarjo: "ya buat beli kebutuhan lah mas...."
Sarman: "mang kebutuhanmu apa?"
Tarjo: "buat beli beras sama sayur aja mas.. sisanya tak kasi *orang rumah."


Di Ayam Goreng K***san
Pay Out Google Adsense bulan Agustus 2010, ane ajak teman2 makan di sana... di meja sebelah duduk kerumunan kaum berdasi ^_^’. Terjadi juga perbincangan..... yups dah pasti sob... antar sesama exkutive (bukan jenis *bus AKAP ya).

Excutive A: "Bro.. bulan ini mau beli apa aja?"
Excutive B: "Banyaklah bro... mau bayar DP buat Prumahan Royal Su**tera, mau tukar tambah ninja tu jadi H Jazz, banyak lah bro..."

Orang miskin: Orang yang berkekurangan “banyak kekurangan”

Mas Tarjo: Uang hasil mulung dipake mencukupi kekurangannya di hari itu, yah.. kekurangan si Mas ini cuman Beras sama Sayur, bahkan sisanya masih bisa disetor ke *orang rumah.


Mas tarjo gak kekurangan H. Jazz (gerobak sorongnya dah ngalahin si Honda), juga gak kekurangan sebuah rumah di komplek semewah Royal Su**tera (dalam hati dia selalu berucap gubukku adalah surgaku “Gubuk sweet Gubux”) hehehe. setiba di rumah, *Orang rumah mas Tarjo akan menyambut dengan senyuman dan senantiasa di dalam hati kan berbisik (betapa gantengnya engkau kang Tarjo) wealah... mas Tarjo ^_^’


Excutive B: kekurangan H. Jazz, ninjanya gak sehebat gerobak dorong mas tarjo sih... heheh... kekurangan rumah di komplek elite... abis gedongya Kang Mas Excutive B ini serasa panas... (gedongnya serasa neraka) wealah....

Mas excutive B, gak biasa kasih setoran ke orang rumahnya, jadi klo sampe dirumah pun yah paling cuman dapat sapaan “oh.. tumben hari ini pulang cepat mas Excutive B...” (hiks..... hiks.... hiks... teganya engkau orang rumah Excutive B).
Hem... ternyata semakin banyak uang, juga bisa semakin miskin.
Mau dibawa kemana..... uang kita ..... (Armada Band sound)
jika ia tidur di atas pelepah daun kelapa maka rasanya seperti tidur di Spring bed, jika lauknya cuman kerupuk jangek, maka rasanya seperti makan dengan lauk rendang, dan jika ia tinggal di rumah kontrakan kecil di gang sempit pula, maka rasanya seperti tinggal di Puri Cikeas”

*bus AKAP: Bus Antar Kota Antar Propinsi
*orang rumah: Kata lain dari istri

Muhasabbah

Introspeksi diri, itulah kata lain dari merenung. Bermuhasabbah bukan melamun… sangatlah jauh beda antara melamun dan merenung…melamun cenderung akan meciptakan angan-angan fantasi yang tidak karuan… dan tanpa dasar.. bahkan melamun ini cenderung kearah menerka-nerka masa yang akan datang. Padahal masa sedetik saja di depan kita hanyalah kehendak Allah.. sedangkan merenung (Muhasabbah) itu adalah amalan hati, dengan melihat-lihat masa lampau dan mengoreksinya untuk mengambil keputusan saat ini.

Muhasabbah ini diperlukan karena adanya Sunatullah (hukum sebab akibat) yang berlaku di bumi ini, tidak akan membeku jika air dipanaskan, dan tidak pula kan mendidih minyak jika didinginkan. Selalu diberikan kesempatan kepada setiap hamba, untuk merenung ini… tapi sangat sedikit kita, yang memanfaatkan kesempatan itu untuk merenung, malah sebaliknya kebanyakan kita, memanfaatkan waktu luang itu untuk “melamun”. Yang ujung-ujungnya menjadikan diri kita ibarat raja kodok dalam tempurung.

Melamun itu sangat tidak baik... sebab seolah kita mengetahui sesuatu di depan dengan pasti… siapa yang tau, kapan gunung sinabung yang gagah perkasa ni kan meletus, siapa yang tau pulau jawa itu akan terkena sunami yang besar.. dan siapa yang tau dengan pasti kapan buah mangga di halaman ni akan jatuh Karena telah ranum…

Dengan melamun, yang kita dapatkan hanyalah titik-titk kekecewaan… yang akan bertebaran dari setiap tapak langkah yang kita lantunkan… sebab semua yang ada di dalam lamunan itu bukan lah hak kita.. tapi hanya hak-Nya.

Merenung hal yang sangat baik… kita semua tau apa yang kita lakukan semenit lampau, sejam lalu, setahun dulu…. Dan kita tau persis kebaikankah disana atau keburukan… kita juga tau kepada siapa pada masa yang lampau kita meminjam sesuatu… kita juga tau warna apa baju kita dua hari yang lalu.. bahkan kita tahu janji apa yang kita buat de depan masjid raya itu…. Dan semua kita tau dasar mengambil keputusan yang baik itu adalah data lampau….

Dengan merenung, kita tau harus melakukan apa, membayarkan apa, berkunjung kemana, dan banyak lainnya. Syukur itu juga lahir dari Muhasabbah…

Masih gerimis juga diluar sana… ingus-ingusan ni juga gak mau kompromi….. obat-obatan ni malah membuat telingaku tarasa pekak..

Saling Follow