ting tong...... hehe.. hayo don't be sad... ternyata setelah kita ajak bapaknya menjauh dari sapi... dengan alasan "pak mungkin sapinya malu kita liatin....." weleh.. weleh..... hahahahah.... alasan yang nggak logis ne ya.... tapi kita mang dah benar2 habis akal saat itu.... sebab si bayi sapi belum keluar juga....
Engkaulah yang menghidupkan dan Engkaulah yang mematikan
ting tong...... hehe.. hayo don't be sad... ternyata setelah kita ajak bapaknya menjauh dari sapi... dengan alasan "pak mungkin sapinya malu kita liatin....." weleh.. weleh..... hahahahah.... alasan yang nggak logis ne ya.... tapi kita mang dah benar2 habis akal saat itu.... sebab si bayi sapi belum keluar juga....
selalu ada pilihan
Muhasabbah
Substitusi & Komplementer Perasaan
Barang substitusi, yaitu barang yang bisa saling menggantikan pemakaiannya, contohnya beras dengan sagu atau jagung.
gprs three versus telkomsel
yang pasti saya anjurin klo beli Sim Card buat khusus online via dial up... apa aja bagus kok, asal jangan TELKOMSEL sekali lagi Telkomsel.
posting yang ini juga berkat jasa sim card Three.
Mari Optimalkan Waktu Online
Si saya, si aku, si ana, si ane, si dia, si mereka, si kalian, dan si… si… si… bla..bla…bla, banyak yang demen OL (online), di sudut bumi sana ada balita umur 4 tahun juga sudah biasa bermain FB (facebook), di sudut bumi sini ada kakek-kakek yang dah pikun tapi jago twt (twitter)-an. Memang yang namanya meng akses internent ni gak punya batasan bocah, remaja tua, muda… Podo ae.. pukul rata.. semua pasti suka internet, mulai dari negro (maaf bagi yang gelap :)) sampai kulit transparan (hantu kali ya), sami mawon… internet digandrungin.Di dunia ‘maia’ ni meng ajaib (bukan sakti), semua bias ditemukan… mulai dari A sampai Z, mulai dari yang penting sampai yang spele, malah kadang-kadang banyakan yang gak penting yang bermunculan di layar TV computer (singkatnya: monitor).
Gak ada salahna ber-internet-an, malah sangat bagus dan praktis… klo ada tugas kuliah ato skolah bisa tinggal kopas (copy paste), praktis kan J. Yang krang baik tu bukan internetannya, tapi pemanfaatan waktu dan biaya OL-lah yang kadang kurang bijak. Bagi yang gak punya akses internet sendiri (via desktop/ bukan via phone) coba hitung berapa duit yang kita sumbangin ke warnet dalam seminggu???... jawabannya pasti ada Rupiahnya J, entah itu sedikit ataupun banyak, setelah angkanya didapat (Rp….) coba hitung juga berapa duit yang didapat dari activity Online tersebut? Jawabanya mudah-mudahan bukan Rp 0.0000,-
Jika memang jawabanya = Rp. 0,0000,- ada baikknya kita mulai berfikir, bagaimana cara agar setiap kali kita online gak hanya Rupiah keluar saja yang kita dapat, tapi Rupiah masuk juga diperoleh. Banyak memang solusi penghasilan di internet, ada jual produk Online, ada survey online, ada publisher (pengiklan), dan banyak sebagainya….
Kesempatan kali ni kita sempatkan membahas sedikit tentang publisher (pengiklan), banyak program pengiklanan di dunia ‘maia’, salah satu yang paling ngetop adalah Google Adsense, yang mampu menawarkan jasa periklanan sampai diatas $120 per click iklan yang mereka tayangkan, tentu saja pada jenis keyword tertentu (kalo gak salah keywordnya “Mesothelioma”), selain Google Adsense, banyak sekali alternative iklan yang lain, untuk local, misalnya: adsense camp, kumpul bloger, dsb… walaupun penghasilan yang mereka tawarkan hanya ratusan Rupiah per click iklan, “tapi bukankannya itu duit juga????”. Untuk program publisher luar, contohnya: Google Adsense (peling ngetop), Clicksor.com (seperti iklan yang tayang dib log ini), ada chitika.com, adbrite (ini lumayan juga), ada adhidz dan banyak lagi. Nah khusus Adsense memang hanya menerima blog yang isinya berbahasa English, Spanyol, China, dan untuk asia tenggara diterima hanya bahasa Thai.
Jangan berkecil hati dengan Adsense Google, sebab masih banyak program publisher benefited lain yang masih menerima Blog atau site berbahasa Indonesia, intinya adalah bagai mana kita bisa memanfaatkan waktu online kita untuk membuat sebuah blog atau site, gak susah kok bikin blog, sama aja dengan bikin email, hanya bedanya blog bisa ditayangkan ke semua orang, sedangkan email hanya bisa dilihat sendiri isi inboxnya.
Menulis dalam blog juga bukan hal yang suli, apa saja bisa kita tulis di blog, seperti blog ini, isinyapun tah hapa- hapa (THH).. heheh.. intinya yah tulis kata-kata, dan cari pengiklan. Mana tau suatu hari nanti ada 1000 click iklan per hari dib log ini (Amiin… J), kan lumayan 1000 x Rp 300 = 300.000, dan kita gak begitu capek, cumin modal ketak-ketik-ketu di keyboard. Malah daripada banyak-banyak bikin status di FB bagus kita bikin semua status2 tu di blog… klo di FB… FB lah yang dapet duit dengan status kita… (liat sisi kanan halaman FB, penuh iklan kan), yup betul sekali… FB memang menjual status-status kita dan profil kita… hehehehe…
Wah jadi panjang juga ni tulisan, padahal tadi rencananya yang penting cepat posting blog hari ni, dan cepat bobok…. Ck..ck…ck… ternya ta sulit juga buat tulisan pendek yah…
Oke yang penting Optimalkan waktu Online kita, jangan lebih besar pasak daripada tiang… yuk mari, kita menulis…..
Selamat Natal ala AL-Quran

Btw, cerita pagi ni bukan dinginnya air dalam bak mandiku... atou secangkir kopi sidikalang di antara di antara remang pagi Gunung Sinabung.. tapi cerita sebuah SMS dari temanku sepenaungan Dinas yang sama... sms-nya bukan romatis2x (bacanya romantis-romantis), bukan juga serem2x, bukan pula aneh2x... sms normal kok... isinya ‘ucapan Selamat Hari Natal’ :)
mungkin temanku ni gak tau kalau aku ni muslim, itu hal biasa di Tanah Simalem ni, penduduknya begitu harmonis dalam keberagaman Aqidah... bahkan di desaku jarak antara Masjid dan Gereja begitu berdekatan, hal seperti ini pernah kulihat di Mentawai Island, tepatnya di Pulau Sikakap. disana juga posisi Masjid dan Gereja begitu berdekatan. so apa maksud cerita tukang ketik ni ya..?? jangan-jangan tukang ketik ni Aliran ‘JIL’..??? ow...ow...ow... jangan berburk sangka dulu :)...klo ‘berburuk rupa’ ya silahkan... heheheh....
di bulan desember ni, disaat saudara kita sebangsa dan setanah air yang beragama Nasrani sedang merayakan hari besar keagamaan mereka, mungkin ada baiknya kita bersikab sebagai Muslim yang benar.. memang untuk “Mengucapkan Selamat Hari Natal”, kan terasa sulit di bibir ni... tapi ingat selalu ada solusi di jalan yang Adil, Damai, dan sejahtera...
sms kawanku tadi mengingatkan kita pada sebuah ayat Al-Quran:
“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali". (QS. Maryam:33)
dan dari itu juga ku ingat sebuah Article M. Qurais Shihab dalambukunya ‘Lentera Hati’ dengan judul article ‘Selamat Natal ala Al-Quran’.
tadinya sempat cari-cari juga di Google, mana tau ada bloger yang sudah megutip buku Lentera Hati, tapi ternyata yang banyak di komentari para Blogger adalah Buku Membumikan Al-Quran, jadi ceritanya gak bisa Copy Paste nih... heheheh... tapi kali mau nuliskan 1 artikel penuh... waduh cape juga... tapi okelah kalau begitu...:) we try it.
*M. quraish Shihab
Teks keagamaan yang berkaitan dengan akidah, menghindari redaksi-redaksi yang dapat menimbulkan kerancuan pemahaman. Kata “Allah” misalnya, tidak digunakan oleh Al-Quran ketika masyarakat masih memahaminya dalam pengertian yang keliru. (Amatilah wahyu-wahyu awal yang diterima rasul) Nabi sering menguji pemahaman ummat tentang Tuhan, misalnya, beliau tidak sekalipun bertanya, “Di mana Tuhan?” Tertolak riwayat yang menggunakan redaksi seperti itu karena menimbulkan kesan keberadaan Tuhan pada suatu tempat. dengan alasan serupa, para ulama terdahulu enggan menggudakan kata “Ada” atau “Keberadaan Tuhan” tapi menggunakan istilah “Wujud Tuhan”.
Aqidah yang diakarkan Nabi dengan jelas, tegas, tanpa penambahan dan banyak perincian. Ini berbeda dengan syariah. Pada mulanya shalat diwajibkan hanya dua kali sehari, dan ketika itu berbicara sambil shalat pun masih dibolehkan. Ada juga semacam kompromi dalam pelaksanaan syariah, namun tidak mungkin membicarakan hal itu disini. Tetapi yang pasti segala cara ditempuh untuk memurnikan Aqidah.
para pakar dari berbagai agama sepakat bahwa kerukuna beragama yang harus diciptakan, tidak boleh mengaburkan apalagi mengorbankanakidah. Sikap yang diduga mengaburkan pun dicegahnya. dalam kaitan inilah Islam melarang ummatnya menghadiri upacara keagamaan non-Muslim, seperti perayaan Natal. karena ketetapan islam menjunjung tinggi Isa Almasih, namun pandangannya berbeda terhadap beliau dengan panndangan umat Kristiani.
Disisi lain harus pula diakui bahwa ada ayat Al-Quran yang mengabadikan ucapan selamat Natal yang pernah diucapkan oleh Nabi Isa, tidak terlarang membacanya, dan tidak keliru pula mengucapkan ”selamat” kepada siapa saja, dengan catatan memahamimdan menghayati maksudnya menurut Al-Quran,demikemurnian aqidah. Mungkin bagi seorang awam sulit memahami dan menghayati catatan ini. Nah, disinilah para pemimpin dan panutan umat dituntut agar dapat bersfat arif dan bijaksana sehingga tidak menimbulkan pengeruhan akidah dan kesalahpahaman kaum awam.
Dalam suasana Natal yang dirayakan oleh umat kristen, pada temmpatnya umat Islam mengenang dan meghayati ucapan Selamat Natal yang diucapkan oleh Nabi Isa dan diabadikan Al-Quran: Salam sejahtera untukku pada hari kelahiranku, wafatku dan kebangkitanku kelak (QS 19:33). Namun, harus pula diingat bahwa sebelum mengucapkan salam tersebut ditegaskan oleh Al-Quran bahwa beliau adalah hamba Allah yang diperintahkan shalat, zakat, mengabdi kepada ibu, tidak bersikap congkak, dan tidak pula celaka (lihat QS 19: 30-32) dan ditutupnya ucapannya dengan berkata kepada umatnya: Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia, inilah jalan yang lurus (QS 19:36).
Inilah Selamat Natal ala Al-quran. Adakah seorang Muslim yang enggan atau melarang ucapan Selamat Natal dengan maksud demikian, sambil mempertimbangkan situasi dan kondisi di mana di ucapkan? Rasanya dan logika: Tidak! semaga perasaan dan logika itu tidak keliru, dan tidak pula disalah pahami.
itulah satu artikel penuh.... :) capek juga ngetiknya... kayak dirental aja ni... wah mataharinya dah keliatan... emmm... ngapain lagi ya kalo begitu... tidur????? heheheh.... :)





