lelaki di satu zaman

Sangatlah memungkinkan bila seorang lelaki ketika sampai di halaman rumahnya disambut oleh malaikat-malaikat kecil yang berhamburan dari dalam rumah, dengan teriakan-teriakan kecil “ayah pulang, ayah pulang”, dan dengan semangat mengambil kantongan asoy hitam yang dijinjing sang lelaki, walaupun mereka tahu... bahwa isi kantong asoy itu sudah bisa dipastikan hanya beras sekilo untuk mereka makan bersama di gubuk yang asri...

Dan sangatlah menyejukkan... ketika di depan pintu disambut seorang bidadari dengan senyuman tulus, sesejuk telaga kautsar... dengan lembut menyeka butiran-butiran keringat jagung yang meleleh di wajah sang laki, dengan suara nan halus menjawab salam sang nakhoda “waalaikum salam.....” dan sesekali bertanya “dapat ikannya” dengan gaya iklan 'blue band' sekitar tahun 2000 heheh... sebuah candaan yang manis dengan kreasi yang tiada pernah membosankan.. dan silaki pun menjawab “dapat... tapi kecil-kecil” canda yang menyegarkan suasana di pondok kecil nan mewah dengan ketulusan...

Lampion-lampion ketulusan yang selalu menerangi rumah nan sederhana, memapah penghuninya untuk selalu menatap otipmis ‘Insyaallah selalu ada jalan’, bulir-bulir kesabaran yang me-recharger tenaga jasmaniah yang mampu mengusir kepenatan hingga sumsum tulang terdalam sekalipun, dalam sekejap senyuman tulus...

Ketika optimis dan kesyukuran memeluk seisi penghuni rumah, nasi bercampur jagung-pun menjadi serasa cokelat paling berkelas dari Switzerland..., mungkin kopi kurang gula.. akan serasa lebih nikmat dibanding segelas cokelat susu panas dari hotel paling berkelas di dunia...

Heheh dah lama gak update.. jadi ngigau nih author blog selalu ada solusi...




......

Saling Follow