Lanjutan sang negosiator selesai.

isi Rumah kontrakan sebelah ditinggali oleh rudi beserta istri dan seorang anak laki-laki mereka yang masih duduk di kelas 2 SD, umur rudi tidak jauh terpaut dengan Amrul, Rudi lebih tua 2 tahun dari Amrul, satu kebiasaan di pagi hari dari rudi yang disukai Amrul, Rudi selalu mandi setengah lima pagi sebelum berangkat shalat subuh ke masjid, dan seperti pagi biasanya suara desiran air dari kamar mandi tetangga telah menjadi jam wekker gratis yang selalu membangunkan amrul.. kamar mandi mereka memang bersebelahan dan tanpa ada plafon sehingga apa saja kegiatan di kamar madi sebelah akan terdengar jelas dari rumah kontrakan di sebelahnya..

Sesuai dengan rencana pagi ini Amrul akan kembali lagi ke Pancurbatu, untuk menyelesaikan urusan kontrak tanah pak sani. Dari telpon atasan kemarin jelas bahwa kantor pusat menyukai cara kerja amrul dalam negoisasi untuk mendapatkan tanah pembangunan tower ini, sehingga amrul juga ditugaskan untuk mengawasi pembngunan tower yang akan dimulai minggu depan.

“sepertinya aku harus mencari tempat kos di Pancurbatu” jarak Medan Denai – Pancurbatu memang tidak seberapa jauh, hanya memakan waktu setengah jam perjalanan dengan kendaraan pribadi, namun mengingat harga minyak yang semakin tinggi akan lebih irit bila amrul tinggal untuk sementara di Pancurbatu sampai proyek pembangunan tower selesai.

Selepas subuh, amrul bertamu ke kontrakan sebelah, “Rud, aku nitip kunci ya... sama uang kontrakan untuk bulan depan” kata amrul di sela-sela percakapannya dengan Rudi.. “lho mang kau mau kemana rul?” sepertinya rudi juga heran amrul menitipkan uang kontrakan untuk bulan depan, kalau titip kunci itu memang sudah biasa. “Ini bang, ada pembangunan tower di Pancurbatu, jadi bulan depan mungkin akan tinggal di sana sampai proyek selesai”..

Tepat jam 10 pagi amrul sudah berada di rumah pak sani, kali ini amrul beserta manager dari kantor pusat yang akan membayarkan uang kontrak tanah pak sani selama 30 tahun. Hari itu selesai sudah urusan negoisasi dengan pak sani dan kontrak hak pakai tanah telah ditandatangani dengan kesepakatan penuh.

“pak, di dekat sini, kira-kira dimana ada tempat kos atau kontrakan yang dekat pak, saya mau tinggal di sini untuk sementara sampai tower selesai dibangun pak” Amrul bertanya kepada pak Sani dalam perjalanan mereka menuju rumah makan.. “oh.. rumah kos ya nak, di situ aja, di rumah Haris, nanti biar kita tanyakan ya.. dia juga selalu shalat berjamaah di Masjid Nurul Huda”. Begitulah hari itu berlalu.. hingga amrul pun tinggal di rumah Haris di Pancurbatu.

posting terkait:

pesan di atas meja
Sang Negosiator
lanjutan sang negosiator




Saling Follow